Republika OnLine » Breaking News » Politik
Pengamat: Peluang PKS Didepak dari Koalisi Lebih Besar
Rabu, 23 Februari 2011, 17:59 WIB
Dia menambahkan, secara kualitatif, yakni dari sisi Ideologi, Golkar merupakan satu-satunya partai nasionalis selain PD yang menopang SBY. "Hengkangknya Golkar dari koalisi tentu saja akan membuat nuansa dari koalisi SBY terasa terlalu 'Islami'," ucapnya.
Selain itu, sambung Yunarto, mungkin saja berkaitan dengan kedekatan Ical dengan SBY secara politis. Hal itu, lanjut dia, terlihat dari dukungan Ical terhadap SBY sejak 2004. Kemudian, lebih tampak lagi, saat Ical menjadi menteri dan pada saat terpiihnya Ical menjadi Ketum Golkar. "Meskipun sulit dibuktikan, tapi sulit dihindari dari sisi persepsi bahwa memang ada kedekatan khusus diantara mereka," jelasnya.
Oleh karena itu, tegas dia, posisi PKS tidak bisa dibilang aman, akan tetapi dirinya tidak melihat kemungkinan PKS dipinggirkan total dari koalisi. "PKS lebih berada dalam posisi berbahaya untuk bisa disingkirkan secara total," tukasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Bonny Hargens menduga, adanya desakan Golkar dan PKS untuk menggulirkan hak angket diduga karena kuatnya motif pemburu rente. Dirinya mendengar, adanya usaha mendorong hak angket karena ingin 'memeras' para pengusaha yang mengemplang pajak.
"Saya mendapatkan pengakuan bahwa ada uang sebesar Rp200 miliar yang dikumpulkan oleh para pengusaha-pengusaha anggota mafia pajak untuk menggagalkan putusan paripurna kemarin,” tuturnya dialog kenegaraan “Kinerja Kabinet dan Pengaruhnya Pada Efektivitas Pemerintahan Daerah di DPD di hari yang sama.
Menurutnya, adanya gerakan mafia pajak ini telah menggurita dan cukup mengkhawatirkan karena dimainkan secara profesional. Mafia pajak, sambung dia, telah masuk dalam lingkup institusi politik. "Buktinya mereka bisa mempermainkan parlemen," bebernya.
Dirinya menganalisis, sejak reformasi 1998, semua institusi negara telah berubah jadi jaringan mafia. Boni menjelaskan, para mafia ini menggunakan sistem demokrasi untuk masuk menguasai institusi-institusi negara, sehingga menurutnya sangat sulit membuktikan dan menjerat anggota mafia ini atau lembaganya karena secara material mereka melakukannya dengan sangat rapi. "Tapi secara substansial hal ini bisa sangat dirasakan dan dilihat oleh masyarakat,” tandasnya.
Red: Krisman Purwoko
Rep: agung budiono
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/politik/11/02/23/165799-pengamat-peluang-pks-didepak-dari-koalisi-lebih-besar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar