
Awas! Mafia Pajak Lemahkan KPK
Wed, Feb 23, 2011 at 17:03 | Jakarta, matanews.com

Ditolaknya angket mafia pajak dianggap sebagai kemenangan para pengemplang pajak. Kemenangan itu di khawatirkan akan melemahkan penegakkan hukum terhadap kasus-kasus perpajakan.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan, kalahnya fraksi pendukung pembentukan hak angket, menunjukkan bahwa mafia pajak telah menguasai parlemen. Yang harus diwaspadai saat ini, jangan sampai para mafioso itu juga menguasia para penegak hukum, terutama KPK.
“Mafia pajak berhasil masuk ke parlemen dengan kalahnya angket mafia pajak. Ini akan membuat penegakkan hukum, terutama di KPK menjadi banyak halangan. Sebab, di tingkat politik level yang paling tinggi saja mafia pajak sudah menang, apalagi langkah hukumnya,” ungkapnya kepada matanews.com di Jakarta, Rabu 23 Februari 2011.
Penolakan hak angket yang dimenangkan Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB dan Gerindra itu, nilainya, berpotensi membuat penegakan hukum di ranah pajak menjadi lemah. “Karena kelompok yang berkuasa masih menang dan kepentingan di belakang layar masih terus ada,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Haryono Umar menilai, penegakan hukum terkait mafia pajak seharusnya diselesaikan dalam ranah hukum. “Seharusnya tetap di ranah hukum, jangan dibawa ke politik,” ujarnya.
Ia menegaskan, KPK tidak akan lemah dengan adanya penolakan hak angket itu. Saat ini, KPK terus menggali segala informasi yang berhubungan dengan kasus mafia perpajakan. Gayus Halomoan Tambunan, akan dijadikan pintu masuk KPK untuk menelusuri kasus itu.
“Kita tetap fokus membongkar mafia perpajakan,” pungkasnya. (mut)
http://matanews.com/2011/02/23/awas-mafia-pajak-lemahkan-kpk/
wah wah... ini perlu di garis bawahi...
BalasHapus"Penolakan hak angket yang dimenangkan Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB dan Gerindra"
Sepertinya Gerindra masuk kedalam garis koalisi :p hehehe... PG dan PKS menyebrang.
Akankah PG dan PKS membangun kekuatan sebagai partai tengah pada 2014?
Akankah Aburizal Bakrie menjadi Presiden 2014?
Wah mengangkat saham B7 NAIK aja susah banget, apalagi ngankat indonesia NAIk menjadi negara maju. hehehe...
osco