Mafia Pajak Diduga Hingga Ke Parlemen
Kamis, 24 Februari 2011 11:27
Jakarta, Javanewsonline.com, 24/02/2011 - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Bonny Hargens menilai, langkah konsisten Partai Golkar menggulirkan hak angket pajak diduga untuk memeras para pengusaha yang selama ini mengemplang pajak dan menjadi bagian dari mafia pajak.
Pasalnya Bonny mencium ada transaksi sebesar Rp 200 Miliar dibalik gagalnya usulan hak angket pajak dalam sidang paripurna DPR, Selasa (22/02) malam lalu.
"Saya mendapatkan pengakuan bahwa ada uang sebesar Rp 200 Miliar yang dikumpulkan oleh para pengusaha-pengusaha anggota mafia pajak untuk menggagalkan putusan paripurna kemarin," ujar Bonny dalam dialog kenegaraan "Kinerja Kabinet dan Pengaruhnya Pada Efektivitas Pemerintahan Daerah".
Bonny berpendapat, aksi mafia pajak itu sangat mengkhawatirkan sebab dilakukan secara profesional oleh anggota mafia pajak yang sudah sangat menggurita. Mafia pajak ini menurutnya bahkan sampai bisa memainkan hingga ke gedung parlemen.
"Ini sudah gawat dan yang saya lebih khwatirkan jika parlemen ini sudah menjadi mafia itu sendiri," katanya.
Bonny mengaku tak heran adanya banyak preman yang berdasi atau tidak, bisa duduk di kursi parlemen. Sebab dengan bertameng demokrasi, anggota jaringan mafia masuk ke institusi kenegaraan seperti DPR, terutama terjadi pasca reformasi '98 dimana semua institusi telah berubah menjadi bagian dari jaringan mafia.
"Para mafia ini menggunakan sistem demokrasi yang kita miliki untuk masuk menguasai institusi-institusi negara, sehingga menurutnya sangat sulit membuktikan dan menjerang anggota mafia ini atau lembaganya karena secara material mereka melakukannya dengan sangat rapi, tapi secara substansial hal ini bisa sangat dirasakan dan dilihat oleh masyarakat," imbuhnya. (B Subagio)
http://javanewsonline.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4675%3Amafia-pajak-diduga-hingga-ke-parlemen&catid=11%3Aberita-terkini&Itemid=12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar