Ada Deal Politik diantara 9 Pemilik Partai
[sumber: Jakartapress.com]
Senin, 28/02/2011 | 18:49 WIB

Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai kisruh politik yang terjadi di Indonesia seperti Pansus Angket Bank Century, kasus mafia pajak, kasus PSSI, susu formula, kasus Ahmadiyah dan banyak lagi, adalah isu yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan sebenarnya yang terjadi di Indonesia.
Boni menduga, bahwa sebenarnya ada deal-deal politik diantara para pemilik 9 partai yang ada di DPR saat ini. “Semua yang terjadi saya kira adalah isu yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat," ungkapnya.
"Dibelakang ini semua saya khawatir ada deal-deal diatara SBY, Megawati, Aburizal Bakrie, Hilmi Aminudin, Hatta Radjasa, Muhaimin Iskandar, Wiranto dan Prabowo Subianto yang merupakan pemilik partai untuk saling melindungi kepentingan masing-masing. Kalau memang ada apa-apa di balik itu semua, seharusnya seluruh kasus itu bisa diselesaikan, namun mengapa hal itu tidak bisa diselesaikan? Yah karena itu hanya isu yang dikembangkan bukan untuk dituntaskan tapi sekedar untuk rame-rame saja,” ujar Boni kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Senin (28/2).
Dirinya pun mencontohkan bagaimana kasus Bank Century yang menyita energi dan perhatian masyarakat berakhir tidak jelas. DPR yang meramaikan ini pun tidak berani untuk menuntaskan kasus ini.
”Jangankan mentuntaskan kasus ini, memanggil SBY, dimana tim kampanyenya diduga menerima dana tersebut, DPR tidak berani. Bagaimana mau menuntaskan kasus ini dan menyeret SBY dalam kasus ini, jika memanggil saja tidak berani. Padahal anggota anggota DPR itu begitu kencangnya mengarahkan bahwa kasus Century ini harus berakhir pada pemakzulan,” katanya.
Semua Fraksi yang ada di DPR baik yang berlagak sebagai anggota koalisi yang nakal seperti PKS dan PG maupun oposisi seperti Hanura, Gerindra dan PDIP dan juga anggota-anggota koalisi lainnya di luar PD, pada akhirnya tidak ada yang berani melakukan hal itu.”Kalau memang mereka mau menuntaskan kasus ini tentunya sudah selesai permasalahan ini dan tidak berlarut-larut. Jadi jelas tujuannya hanya untuk rame-rame saja, tidak ada yang substansial yang dihasilkan oleh pansus ini,” tegasnya.
Begitu pun dengan kasus-kasus yang melibatkan PDIP, kata Boni, kalau memang PD dan PDIP bermusuhan seperti yang tercermin dari sikap Ketua Umum PDIP, Megawati dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY, maka satu sama lain seharusnya saling menghabisi. Namun yang terjadi justru nampak saling melindungi. Selain PDIP tidak berani memanggil SBY dalam pansus Bank Century, PD dan SBY pun menurutnya tidak berani menyentuh Megawati dalam kasus aliran dana cek pelawat pemilihan deputi gubernur BI.(wan)
http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/18118/Ada-Deal-Politik-diantara-9-Pemilik-Partai.jp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar