
Jumat, 04 Maret 2011 | 15:24 WIB
Amien Rais: PKS tidak konsisten

“…Tangan satunya bersalaman sama pemerintah, tangan yang satunya lagi menusuk pinggang pemerintah...”
Banyak tokoh elite politik kini merasa penting berbicara soal koalisi, tidak terkecuali eks ketua umum PAN dan ketua MPR, Amien Rais.
Berbicara kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, siang ini, Amien memaklumi jika para politisi Partai Demokrat, gerah dengan keberadaan para politisi PKS di pemerintahan SBY. Alasannya kata, Amien adalah sikap para kader PKS yang tidak konsisten.
“Saya sangat maklum, karena PKS tangan satunya bersalaman sama pemerintah, tangan yang satunya lagi menusuk pinggang pemerintah. Itu jelas sekali,” kata Amien usai peresmian ruang Fraksi PAN di Gedung DPR.
Maka kata Amien, wajar, kalau Partai Demokrat yang kini berkuasa di pemerintah ingin menerapkan sistem reward and punishment terhadap partai peserta koalisi.
Dalam penilaian Amien, rakyat bisa menilai saat ini koalisi di pemerintahan sedang pecah kongsi, dan kepemimpinan SBY turut diuji. “Saya kira harus ada risk leadership. Misalnya kalau PKS dikeluarkan ada risikonya, dan harus dikalkulasi,” kata dia.
PAN yang didirikan Amien termasuk salah satu partai peserta koalisi. Partai itu menempatkan dua kadernya di kabinet, yakni Hatta Rajasa [Menko Perekonomian] dan Patrialis Akbar [Menteri Hukum dan HAM]. Hatta bahkan dikenal memiliki kedekatan tersendiri dengan SBY. Kedatangannya menemui Ketua Umum PDIP, pekan lalu, dianggap sebagian politisi sebagai utusan SBY untuk mengajak PDIP bergabung di pemerintahan SBY.
Bermartabat
Amien kemudian menyarankan, agar partai peserta koalisi yang tidak manut pada kebijakan pemerintah agar mundur.
“Sebaiknya tahu diri. Kalau sudah menentang pemerintah, keluar dan beroposisi yang bermartabat,” lanjut dia.
Berbicara di tempat berbeda, pengamat politik Boni Hargens menyatakan, sikap Partai Demokrat sebagai partai yang berkuasa di pemerintahan seperti tidak peduli pada geliat Partai Golkar dan PKS. Dia berpendapat, sejauh ini Setgab Partai Koalisi juga tak berhasil menyatukan partai-partai koalisi.
“Ketegasan yang dibutuhkan dan Setgab harus dibubarkan karena enggak ada fungsi,” katanya.
Pengamat politik dari UI itu juga mengkritik Presiden SBY sebagai tokoh utama di Partai Demokrat yang terlalu banyak pertimbangan untuk mengeluarkan Partai Golkar dan PKS. Akibatnya, muncul gonjang-ganjing isu perombakan kabinet yang bisa mengganggu kinerja kabinet.
“Meski Golkar dan PKS ditarik keluar enggak ada masalah itu, presiden seperti ada masalah psikologis ketidaktegasan,” kata Bonie.
http://www.beritasatu.com/articles/read/2011/3/2840/amien-rais:-pks-tidak-konsisten
Tidak ada komentar:
Posting Komentar