Boni: Demokrasi Indonesia Semu
Tribunnews.com - Selasa, 1 Maret 2011 19:51 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demokrasi di Indonesia dinilai demokrasi semu. Kehidupan demokrasi yang sehat sama sekali tidak berjalan karena sistem ketatanegaraan dikuasai pemilik partai. Kedaulatan rakyat hanya menjadi retorika karena yang ada kedaulatan pemilik partai.
"Kita sebenarnya masih menjalankan sistem otoriter yang dibungkus dengan demokrasi. Negara dijalankan berdasarkan kepentingan pemilik partai saja," kata Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens di Jakarta, Selasa (1/3/2011).
Boni mengatakan, para pemilik partai apapun latar belakangnya menjalankan partai dengan otoriter dan tidak ada yang demokratis.
"Mana ada pemilik partai itu demokratis, keinginan mereka harus dijalankan seluruh kader partai. Rakyat disuruh demokratis, tapi mereka sendiri tidak menerapkan demokrasi di internal partai. Jadi omong kosong kalau ada partai yang berani mengatakan mereka demokratis. Rakyat seharusnya paham hal ini," tegasnya.
Menurut Boni, sistem saat ini tidak memberikan tempat bagi kader partai yang memiliki idealisme yang berseberangan dengan pemilik partai meskipun idealisme tersebut adalah idealisme konstituennya.
"Jadi percuma cita-cita reformasi dan amandemen yang kita laksanakan sampai 4 kali, kalau pada kenyataannya dan pelaksanaannya, demokrasi itu hanya menjadi pembungkus saja," tambah Boni Hargens.
Pengamat Politik dari Lembaga Survei Indonesia, Buharnudin Muchtadi mengatakan partai seharusnya menjadi sarana artikulasi kepentingan konstituennya. Konstituen satu partai dengan partai yang lain jelas harus dibedakan berdasarkan ideologinya.
"Namun yang terjadi di Indonesia ideologi partai yang tidak jelas dan cenderung menegaskan sebagai partai tengah. Ini kan menjadi kacau, semua mengklaim sebagai partai tengah, tidak ada pembeda ideologis diantara partai yang ada," tegas Muchtadi.
Penulis: Johnson Simanjuntak | Editor: Johnson Simanjuntak
http://www.tribunnews.com/2011/03/01/boni-demokrasi-indonesia-semu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar