
Minggu, 13 Maret 2011 , 20:27:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting

RMOL. Pemerintah berkewajiban untuk membuktikan kebohongan data yang dibocorkan situs WikiLeaks yang kemudian dilansir dua harian Australia, The Age dan Sydney Morning Herald.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens dalam rilis yang dikirimnya dari Jerman, Minggu (13/3).
“Pemerintah saat ini jelas memiliki kewajiban untuk menjelaskan tudingan-tudingan terhadap apa yang dituliskan oleh The Age dan Sydney Morning Herald. Masyarakat, menurutnya, harus mendorong agar pemerintah melakukan hal itu demi kehidupan Negara Indonesia kedepannya," ujar Boni.
Masih katanya, klarifikasi juga harus dilakukan karena menyangkut para petinggi negara yang ditulis melakukan persekongkolan-persekongkolan jahat. "Kalau tidak benar yah harus diklarifikasi, sehingga tidak menjadi bara dalam sekam bagi masyarakat Indonesia. Klarifikasinya jelas lewat upaya hukum di Australia, biar masyarakat melihat sendiri proses dan bukti-buktinya," tambahnya. [arp]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar