10 Maret, 2011

'Demokrasi Indonesia demokrasi basa-basi'

'Demokrasi Indonesia demokrasi basa-basi'

Oleh Dewi Andriani

Published On: 04 March 2011

JAKARTA: Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens menilai demokrasi di Indonesia sebagai demokrasi basa basi yang telah kehilangan rohnya. "Demokrasinya memang hidup tetapi rohnya mati, dan jiwanya hilang," ujarnya di Gedung DPR RI, hari ini.

Hilangnya roh demokrasi tersebut karena, menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tegas dalam menjalankan pemerintahannya. Hal tersebut terbukti dari ketidakberanian SBY mereshuffle menteri yang kinerjanya tidak baik, serta mengeluarkan partai-partai oportunis (PKS dan Golkar) dari koalisi.

"Butuh ketegasan dan terobosan dari Presiden, segera reshuffle menteri yang tidak beres, bubarkan ormas yang anarkis, tegas tidak peduli dengan Golkar damn PKS yang tidak sejalan dan oportunis, penangkapan mafia terus dilanjutkan, baru lah demokrasi ini akan hidup," katanya.

Padahal, sambunganya, Presiden memiliki posisi istimewa yang didukung lebih dari setengah warga Indonesia sehingga tidak perlu ragu mengambil keputusan strategis.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie membantah apabila SBY dianggap tidak tegas dan lamban mengambil keputusan termasuk mereshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.

Hal tersebut, menurut dia, karena SBY sangat berhati-hati ketika akan mengambil keputusan. "Kita harus bedakan antara tidak tegas dengan hati-hati. Beliau (SBY) hanya akan memutuskan sesuatu apabila probabilitynya di atas 80%. Kalau keberhasilannya tidak diyakini, maka beliau tidak akan melakukannya," ujarnya. (ea)

http://www.bisnis.com/umum/politik/15001-demokrasi-indonesia-demokrasi-basa-basi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar