Isu DPR Lupakan Kesusahan Rakyat
Tue, Mar 1, 2011 at 03:03 | Jakarta, matanews.com

Politik Indonesia yang berpusat di DPR hanya memperlihatkan berbagai manuver parpol untuk menggolkan kepentingan masing-masing, tanpa mengindahkan kesejahteraan rakyat. Kesulitan rakyat dialihkan dengan berbagai kasus yang ujung-ujungnya pun tak ada penuntasannya.
Pansus angket Bank Century menjadi contoh yang nyata. Begitu hebohnya di DPR, namun pada akhirnya tak jelas siapa yang bertanggung jawab pada bailout Rp 7,6 triliun uang negara.
Belum puas, rakyat sudah disesapi lagi dengan kasus mafia pajak, kasus PSSI, susu formula, kasus Ahmadiyah. Dengan terus menaiknya harga kebutuhan rakyat oleh pemerintah, kesusahan rakyat berusaha dialihkan dengan menciptakan isu-isu tersebut.
“Semua yang terjadi saya kira adalah isu yang sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat. Di belakang ini semua saya khawatir ada deal-deal antar elit politik,” kata pengamat politik UI Boni Hargens di Jakarta, Senin 28 Februari 2011.
Kasus-kasus yang seharusnya bisa diselesaikan, lanjut Boni, malah menjadi kabur tanpa kejelasan. Kasus Bank Century yang menyita energi dan perhatian masyarakat berakhir tidak jelas. DPR yang meramaikan ini pun tidak berani untuk menuntaskan kasus ini.
“Yah karena itu hanya isu yang dikembangkan bukan untuk dituntaskan tapi sekadar untuk rame-rame saja,” ujar Boni.
Semua Fraksi yang ada di DPR, baik anggota koalisi maupun oposisi seperti Hanura, Gerindra dan PDIP dan juga anggota-anggota koalisi lainnya di luar PD, pada akhirnya tidak ada yang berani menuntaskan itu.
Kalau memang mereka mau menuntaskan berbagai kasus tersebut, menurut Boni, tentu saja bisa selesai dan tak berlarut-larut. Karena itu, baik secara langsung atau tidak langsung, sebenarnya sudah ada kesepakatan di antara para pemilik partai itu, untuk tidak saling mengganggu dan ada kesepakatan untuk saling melindungi.
Masyarakat seharusnya menyadari hal ini dan jangan sekali pun mempercayai manuver-manuver dan isu yang dikembangkan oleh elit-elit politik.
“Sekarang masalah bola dan PSSI saja diramaikan. Memang ada dampaknya buat rakyat kalau Nurdin tetap di posisinya atau Nurdin diganti? Memang para calon penggantinya bisa menyelesaikan permasalahan bangsa dengan bola?” katanya.
Menurutnya, kalau memang tidak ada masalah lain yang jauh lebih besar dari masalah PSSI untuk diselesaikan, boleh saja rakyat digiring untuk mengikuti masalah ini. Tapi masih banyak persoalan bangsa yang jauh lebih penting untuk diselesaikan tidak dikerjakan dan dituntaskan sama sekali.
“Jika ini yang terjadi, tentunya sangat berbahaya bagi bangsa ini karena pada akhirnya kehidupan berbangsa dan bernegara hanya ditentukan oleh sikap sembilan partai ini,” ujarnya. (ant/ana)
http://matanews.com/2011/03/01/isu-dpr-lupakan-kesusahan-rakyat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar