Banjarmasinpost.co.id - Jumat, 4 Maret 2011 |
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penilaian kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal tidak jelas dan tegas dalam bertindak situasi apapun muncul dari pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens.
“Kita sering dengar SBY dalam menyikapi revolusi terjadi di Timur Tengah misalnya, hanya berharap semoga keadaannya berubah. Pernyataan itu tidak mencerminkan bahwa presiden mempunyai prinsip dan sikap yang tegas,” kata Boni di Gedung DPR RI, Jumat (4/3).
Begitu juga saat mencermati proses perjalanan pemerintahan SBY, selama ini sudah jelas dalam koalisi parpol pendukung sendiri tidak kompak dan tidak sejalan dengan presiden, tapi tidak tegas dan berani menendang PKS dan Golkar dari koalisi.
”Mau tidak mau reshuffle juga harus dilakukan sekarang,” tegas Boni.
Selama ini kita dibuat bingung oleh SBY dan parpol koalisi itu sendiri. Semestinya dengan suara partai signifikan, SBY berani dan tidak ragu melakukan reshuffle. Sebab, dengan gonjang-ganjing seperti saat ini kerja parlemenpun tidak akan focus, sambungnya.(mur)
http://202.146.4.120/read/artikel/2011/3/4/76876/sby-dinilai-tidak-jelas-dan-tegas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar