Capres Alternatif Harus Muncul
[JAKARTA] Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan peran media penting untuk mendorong mengusung calon presiden (capres) alternatif ditengah demokrasi yang terdistorsi politik uang dan capres muda atau alternatif yang sulit bersaing dengan capres tua dari parpol.
"Barangkali ini fungsi dan peran media untuk dorong calon alternatif yang bagus, supaya capres yang baik dan bagus bisa muncul, tapi jangan sekadar muncul melainkan dorong juga agar bisa menjadi capres alternatif," ungkapnya, di acara Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), di Hotel Arya Duta, di Jakarta, Rabu (26/6).
Kedua, lanjut dia, fungsi publik misalnya kampus dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) harus ikut mendorong alternatif calon, atau mendukung calon yang memenuhi sayarat.
Meskipun ditengah oligarkhi media, dirinya yakin masih banyak media pers dan televisi yang tidak berafiliasi partai dan mampu mendorong capres alternatif.
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai calon presiden alternatif sulit muncul karena terkendala tidak adanya kendaraan politik untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2014.
"Partai politik kuat saat ini masih didominasi kehendak pimpinannya, dan di sinilah tertutupnya ruang bagi figur capres alternatif," kata Boni.
Boni mengatakan undang-undang mensyaratkan bahwa capres harus diusung partai politik sehingga sulit bagi mereka maju tanpa dukungan partai. Karena itu menurut dia, belum ada pintu dari partai bagi capres alternatif.
Pengamat Politik Bahtiar Effendy menilai bukanlah hal mustahil bila tokoh calon presiden (capres) alternatif dapat memenangkan pemilihan presiden 2014. Sebab, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai capres pada 2004 popularitasnya bukan yang paling tinggi, namun berhasil memenangkan pertarungan.
“Tugas para capres alternatif ini lebih berat. Tapi, bukanlah mustahil, ketika maju mereka akan dapat memenangkan Pilpres nantinya, tergantung dari strategi dan langkah-langkah pemenangan nantinya,” kata Bahtiar Effendy, di Jakarta.
Menurutnya, tantangan yang bakal dihadapi para capres alternatif nonpartai, seperti Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Irman Gusman, tidaklah mudah. Mereka harus bekerja ekstra keras untuk memenangkan tiket pencalonan melalui partai politik.
Untungnya sejumlah partai seperti Demokrat telah menyatakan akan membuka konvensi capres. Nah, mereka bisa mencari celah di situ. "Gita juga sudah mulai disebut-sebut dalam beberapa bulan terakhir,” kata Bahtiar.
Capres alternatif harus bisa menawarkan gagasan dan ide-ide alternatif tentang Indonesia masa depan, pembangunan Indonesia jangka menengah, jangka panjang, pembangunan ekonomi, toleransi, pembangunan sosial, politik, dan lainnya. [Ant/WIN/W-12]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar