Selasa, 23 Juli 2013 - 10:29 | Topik : Pemilu

Pengamat politik Boni Hargens (ist)
Teraspos - Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, politikus "kotor" sebaiknya tak usah menyandingkan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Apalagi saat ini elektabilitas Jokowi terus meningkat.
Menurut Boni, penyandingan itu akan membuat citra Jokowi ikut "kotor" atau setidaknya bisa menjadi alat untuk memecah suara.
"Akan melelahkan kalau dia berpasangan dengan orang-orang "kotor". Yang lebih penting kalau dia mengambil figur yang alternatif dan bersih seperti Rizal Ramli, Hari Tanoe, Mahfud MD," kata Boni kemarin.
Boni menjelaskan, posisi elektabilitas Jokowi yang terus berada di posisi tertinggi disebabkan tidak adanya figur alternatif lain. Dan latar belakang Jokowi di mata masyarakat masih dianggap bersih.
Bahkan masyarakat menganggap politikus petahana atau yang sudah duduk di legislatif, yudikatif dan eksekutif pun "kotor". "Ya saya pikir mayoritas tidak bersihlah, kita tahu semua. Kalau Jokowi disandingkan sama politikus lama yang kotor, ini pusing, lelah. Kasihan," katanya.
Sementata itu di tempat yang sama, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli yang disanding-sandingkan dengan Jokowi tak mau mengomentari pendapat Boni itu. "Saya no comment kalau soal itu," katanya. (*)
http://jakarta.teraspos.com/read/2013/07/23/55649/jangan-sandingkan-jokowi-dengan-politikus-#sthash.IGaSiIqd.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar