01 Juli, 2013

Pengamat UI Boni: Jangan ada lagi Ormas ambil alih tugas polisi

"Munawarman memperlihatkan sifat keasliannya"

Pengamat UI Boni: Jangan ada lagi Ormas ambil alih tugas polisi

Sabtu, 29 Juni 2013 13:22 WIB
Editor: Joko Irianto


Pengamat UI: Ormas apa pun, tidak ada dasar hukumnya,
Ormas mengambil alih tugas polisi ini (ilustrasi). (Foto: aulia rachman)

LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, menyesalkan sikap Jubir Front Pembela Islam (FPI) Munarman tidak bisa menahan emosi saat berdebat dengan sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Tomagola. Munarman menyiram Tamrin dengan air pada saat dialog berlangsung di teve swasta nasional.

Boni Hargens mengatakan, diskusi soal pembatasan jam malam hiburan sebenarnya tidak perlu diperdebatkan dengan amarah.

Yang jadi masalah, bisa gak Pemda menertibkan pemalakan liar di sekitar industri hiburan?” tegas Boni pepada LICOM di Jakarta, Sabtu (29/06/2013)

Menurut Boni, masih banyak mafia mengepung industri hiburan, banyak pihak diuntungkan di sana. Jangan lagi ada Ormas-Ormas radikal yang berlagak sebagai polisi yang kerjanya memeras tempat hiburan,” tandas Boni.

Boni berharap kepada pihak kepolisian harus tegas menangani mereka. Dan, menanggapi tindakan Munarman tidak bisa mengendalikan emosi saat berdebat dengan sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Tomagola, Boni menilai itu sifat keaslian Munarman.

Munarman memperlihatkan keasliannya. Bagus juga, biar kita tahu defenisi dari seorang Munarman. Ormas apa pun yang melanggar hukum, harus dinyatakan terlarang, Ormas apa pun, tidak ada dasar hukumnya, Ormas mengambil alih tugas polisi, itu hanya mengeskalasi keresahan sosial, masyarakat makin resah. Itu tidak sehat untuk masyarakat demokratik,” paparnya@endang


http://www.lensaindonesia.com/2013/06/29/pengamat-ui-boni-jangan-ada-lagi-ormas-mengambil-alih-tugas-polisi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar