24 Februari, 2011

Kritik SBY kepada Pemda Berpotensi Undang Revolusi

Kritik SBY kepada Pemda Berpotensi Undang Revolusi

Tribunnews.com - Rabu, 23 Februari 2011 20:13 WIB

"Mendistribusikan kesalahan kepada pimpinan daerah hanya akan memancing demonstrasi-demonstrasi di daerah secara serentak, dan jika sudah serentak maka kemungkinan yang paling buruk adalah terjadi revolusi,"

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kritik pedas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap efektivitas pemerintahan daerah (Pemda), terutama dalam kaitan pembangunan infrastruktur akan sangat berbahaya untuk pemerintahan SBY sendiri. Pernyataan tersebut akan berpotensi mengundang revolusi.

"Mendistribusikan kesalahan kepada pimpinan daerah hanya akan memancing demonstrasi-demonstrasi di daerah secara serentak, dan jika sudah serentak maka kemungkinan yang paling buruk adalah terjadi revolusi," kata Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida, dalam Dialog Kenegaraan bertajuk “Kinerja Kabinet dan pengaruhnya Pada Efektivitas Pemerintahan Daerah” di Gedung DPD RI, Rabu (23/2/2011).

Laode mengatakan, pernyataan SBY itu sangat berbahaya karena dengan demikian dia menegaskan bahwa pemimpin-pemimpin daerah juga bersalah atas kondisi bangsa yang seperti ini. Mendistribusikan kesalahan kepada daerah sama saja dengan mendistribusikan demonstrasi ke seluruh daerah.

"Ini berbahaya dan bisa memancing revolusi.SBY sendiri bisa terdongkel karena hal ini dan bisa saja dengan pernyataannya ini SBY menggali kuburannya sendiri," ujar Senator dari daerah pemilihan Sultra itu lagi.

Saat ini, kata bekas aktivis itu, SBY harus menginstrospeksi dirinya dan jajarannya. Bahkan ia melihat ada fenomena utama dimana SBY dan jajarannya sudah kalap karena apapun yang dilakukannya dan dikatakanya menjadi salah.

"Hal ini bisa terjadi karena ada public distrust atau ketidakpercayaan publik yang begitu besar, sehingga membuat jajaran istana kalap," tegasnya.

Sementara pengamat politik UI Boni Hargens melihat SBY nampaknya punya penyakit baru yaitu mendistribusikan kesalahannya ke daerah-daerah.

"Dia tidak mau disalahkan sendiri atas kegagalan pemerintahanya dan mengajak pemerintah-pemerintah daerah untuk disalahkan," kata dia.

Dengan cara yang seperti ini, dengan mengkiritik pemda-pemda, menurut Boni jangankan menjadi presiden, menjadi ketua RT sekali pun SBY jelasnya tidak pantas.

"Sifat SBY itu nampaknya tidak mau disalahkan, sekarang dia mau bagi-bagi kesalahan itu ke daerah," kata dia.

Kalau memimpin hanya untuk tidak disalahkan rakyat seperti yang dilakukan SBY selalu, tambahnya, maka jangankan untuk menjadi presiden, menjadi ketua RT pun dia tidak pantas.

"Dari sekian banyak kesalahan SBY salah satu yang fatal adalah tidak pernah mau mengakui kesalahan dan kegagalannya," jelas Boni.

Penulis: Johnson Simanjuntak | Editor: Johnson Simanjuntak

Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

http://www.tribunnews.com/2011/02/23/kritik-sby-kepada-pemda-berpotensi-undang-revolusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar