"Bagi saya Muhaimin dan Hatta sama tidak tolerannya dengan 36 nama yang disebut ICW dalam memberantas korupsi"
Senin , 01 Jul 2013 17:58 WIB
Pengamat politik UI, Boni Hargens [ist]
Skalanews - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, mempertanyakan rilis yang dikeluarkan Indonesian Corruption Watch (ICW), yang menyebut 36 nama anggota DPR yang diragukan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi.
Dia mempersoalkan tidak disebutnya kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam rilis itu.
Padahal salah satu indikator yang digunakan ICW dalam mengeluarkan rilis yakni politikus yang namanya pernah disebut dalam keterangan saksi atau dakwaan Jaksa Penuntut Umum, terlibat, atau turut menerima sejumlah uang dalam sebuah kasus korupsi.
Menurut penilaian Boni, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, sangat tidak toleran dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Begitu juga dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.
"Kenapa PAN dan PKB tidak disebut? Ini tanda tanya. Bagi saya Muhaimin dan Hatta sama tidak tolerannya dengan 36 nama yang disebut ICW dalam memberantas korupsi. ICW tidak tuntas menyebut nama. Saya setuju dengan ICW, tapi jangan double standard," kata dia, saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Senin (1/7).
Nama Hatta kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Dia juga pernah diperiksa dalam kasus korupsi dana hibah Kereta Rel Listrik (KRL) Jepang tahun 2011, saat masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
Sementara Muhaimin pernah disebut dalam kasus suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Muhaimin disebut menerima uang sejumlah Rp1,5 miliar yang diletakkan dalam kardus durian.
Boni, yang juga merupakan Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini pun lantas membandingkan rilis ICW dengan rilis survei yang pernah dilakukan lembaganya. Dalam rilis LPI terkait jumlah bakal calon anggota legislasi (Caleg) yang bermasalah dengan korupsi, kata dia, semua partai disebutkan dan tak ada ada yang terlewat.
"Bulan lalu kami LPI mengeluarkan persentase Caleg per partai. Total. Semua marah juga, tapi semua partai disebut."
Sedangkan rilis ICW, kata dia, tidak menyebut PKB dan PAN. "Tapi ya biarkan itu jadi tanda tanya ke ICW. Coba tanyakan ICW. Padahal mereka menteri lho, kasusnya heboh juga."
Terlepas itu, Boni juga menilai para politikus namanya tercantum dalam rilis keluaran ICW bagaikan kebakaran jenggot. "Karena kan sekarang mereka lagi sibuk pencitraan, justru malah dihajar begituan." (Risman Afrianda/mvw)
http://skalanews.com/berita/detail/148992/Tak-Masukkan-Hatta-dan-Muhaimin-Rilis-ICW-Dipertanyakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar