Angket Kandas, Siapa Kalah?
Headlines | Wed, Feb 23, 2011 at 09:01 | Jakarta, matanews.com

Usulan hak angket mafia pajak yang didukung Golkar, PDIP dan PKS telah ditolak mayoritas anggota dewan. Siapa pihak yang kalah dalam kepentingan di balik hak angket itu?
Dari 530 anggota dewan yang hadir, sebanyak 266 anggota menyatakan menolak hak angket dan 264 anggota menyatakan menerima. Fraksi-fraksi yang menolak hak angket itu yakni, Demokrat (145), PAN (43), PPP (26), PKB (26) dan Gerindra (26). Sementara, fraksi-fraksi yang menerima hak angket adalah, Golkar (106), PDIP (84), PKS (56), PKB (2) dan Hanura (16).
Menurut pengamat politik Boni Hargens, kepentingan politik Partai Golkar mendukung hak angket mafia pajak bukan hanya sekadar membersihkan citra Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dari kasus mafia pajak. Namun, ada kepentingan lain yang lebih mendasar, yakni menyingkirkan PKS dari koalisi.
“Kepentingan Golkar bukan karena mendengarkan aspirasi publik memberantas para mafia pajak, tapi dia (Golkar) ingin mengambil posisi dari menteri-menteri PKS. Karena dalam koalisi itu, PKS yang menjadi ganjalan Golkar. Ini permaian yang canggih dari Golkar,” ujarnya kepada matanews.com di Jakarta, Rabu 23 Februari 2011.
Jadi, menurut Boni, dalam pertarungan politik soal hak angket mafia pajak ini, yang kalah adalah PKS. Sebab, partai dakwah itu terbawa arus kepentingan Golkar dengan iming-iming menaikan posisi tawar terhadap SBY. Padahal di balik semua itu, patut diduga sudah ada deal-deal politik antara Golkar dengan Demokrat.
Sejak awal, Partai Demokrat dan PDIP sudah mengetahui bahwa usulan hak angket DPR bakalan kandas. Namun, karena tujuan utamanya bukan mengegolkan hak angket, maka persetujuan mayoritas anggota dewan bukan menjadi keniscayaan.
Sebelum rapat Paripurna DPR memutuskan menolak hak angket, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin sudah mengetahui hasilnya bahwa hak angket akan ditolak mayoritas anggota dewan. “Di atas kertas, kalau Gerindra hadir semua, kita kalah. Tapi kalau tidak hadir bisa saja, tapi menang dan kalah bisa tipis perbedaannya,” kata Ade saat itu.
Pun dengan PDIP, anggota Fraksi PDIP Aryo Bimo sudah meyakini bahwa hak angket akan ditolak. Salah satu penyebabnya, anggota Fraksi PDIP banyak yang bolos rapat paripurna.
PKS menganggap gugurnya usulan penggunaan hak angket DPR tentang mafia pajak sebagai hal yang biasa. Bahkan salah satu anggota partai koalisi itu tetap yakin tidak ada reshuffle setelah penolakan usulan penyelidikan itu.
“(Reshuffle) tidak ada itu. Buktinya sampai hari ini Pak SBY belum pernah mengatakan hal itu. Ancam mengancam itu hal biasa,” ucap Sekjen PKS, Anis Matta.
Berdasarkan hitung-hiutngan kekuatan di DPR, Golkar lebih banyak memiliki kursi ketimbang PKS. Karena itu, mengeluarkan Golkar dari koalisi merupakan kerugian bagi SBY, namun, bila PKS yang didepak, kekuatan pendukung pemerintah di DPR tidak akan terlalu berpengaruh signifikan. (mut)
http://matanews.com/2011/02/23/angket-kandas-siapa-kalah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar