Reporter : Randy Ferdi FirdausRabu, 3 Juli 2013 11:52:02
Partai Hanura telah mendeklarasikan diri untuk mengusung Wiranto-Hary Tanoesoedibjo
sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2014. Namun,
sejumlah kalangan menilai langkah itu terlalu dini dan justru akan
membuat Hanura terpuruk.Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, mengusung Wiranto-Hary dalam Pemilu 2014 adalah sebuah ambisi yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kerja politik Hanura yang telah dilakukan selama ini.
"Itu ambisi yang berlebihan, tidak sesuai dengan kerja politik Hanura dan kadar akseptabilitas partai di tengah masyarakat pemilih," kata Boni dalam pesan singkat, Rabu (3/7).
Dia bahkan memprediksi, Hanura akan sulit meraih suara di atas 4 persen dalam Pemilu 2014. Menurut dia, kedatangan Hary Tanoe di Hanura memang berdampak pada keuangan partai, namun tidak untuk kepercayan publik.
"Hanura susah meraih di atas 4 persen. Boleh-boleh saja kapital politik Hanura meningkat setelah HT bergabung, tapi akseptabilitas dan elektabilitas tidak bisa dibangun dalam semalam, meskipun dengan kekuatan dana dan jaringan media yang memadai," katanya.
Selain itu, lanjut dia, Hanura tidak akan mampu mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu 2014. Karena itu dia menilai, capaian 3 besar yang digemborkan Hanura hanya sebuah mimpi belaka.
"Hanura enggak bakal mampu mencapreskan siapa-siapa. Paling tinggi memajukan cawapres dalam satu koalisi. Artinya, ide 3 besar dalam pemilu hanya utopia," tegas dia.
Dia juga menyebut, bahwa optimisme yang dilakukan pasangan Wiranto dan Hary Tanoe hanya untuk meramaikan demokrasi saja.
"Soal optimisme Wiranto-Hary Tanoe, itu sah-sah saja. Itu bagian dari pesta demokrasi, kan harus ada yang ikut meramaikan," tandasnya.
[did]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar